Berikut kami telah membuat peta administrasi kabupaten Minahasa dengan Quantum GIS. Di dalam peta kami ini menunjukkan kabupaten Minahasa menurut beberapa kecamatan yang ada. Selain itu kami juga menunjukkan bagian-bagian desa di dalam kecamatan tersebut.
Senin, 13 November 2017
Minggu, 22 Oktober 2017
Kuliah Lapangan Ke Bapelitbangda Manado dan Cerdas Command Center (C3)
Pada hari Selasa, 17 Oktober 2017, mahasiswa Prodi IT
Jurusan Teknik Elektro Universitas Sam Ratulangi mengadakan kuliah lapangan di kantor
Bapelitbangda Manado. Saat itu kami disambut langsung oleh kepala Bapelitbangda
Manado sendiri, yaitu ibu Dr. Liny Tambajong, ST, M.Si. Ibu Liny memberikan dan
menunjukkan pemanfaatan GIS yang digunakan dan dibuat oleh tim Bapelitbangda
Manado sendiri. Salah satu contoh penerapan GIS yaitu pemerintah bisa
memantau rumah-rumah penduduk atau
bangunan yang belum membayar pajak melalui peta. Jadi objek/letak bangunan pada
peta tersebut diberikan ID dan ID tersebut dihubungkan dengan database yang
sudah dimiliki pemerintah.
![]() |
| ibu Dr. Liny Tambajong ST., M.Si. saat memberikan penjelasan mengenai GIS |
![]() |
| Contoh Pemanfaatan GIS di bidang pemerintahan |
Selain itu, Ibu Liny juga memberikan ijin bagi kami untuk
melihat dan mengunjungi studio Big Data dan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). Di studio
ini, para tim bekerja untuk penanganan kumuh oleh tim Kotaku dan revitalisasi
sungai Tondano. Disamping itu juga ada program khusus dari pusat yaitu Kota
Baru yang dikerjakan di studio ini. Saat berada di studio ini kami ditunjukkan
berbagai video tentang revitalisasi sungai yang sudah ter-realisasikan di
Jogyakarta dan rencana revitalisasi sungai Tondano yang akan dibuat seperti
yang ada di Jogyakarta.
![]() |
| Studio Big Data dan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) |
Setelah itu kami berkesempatan untuk mengunjungi ruangan Cerdas
Command Center (C3) dan disambut langsung oleh Kabid Kominfo Bapak Heintje
Lombone, S.Kom, MSi. Cerdas Command Center merupakan ruang control pusat
aktivitas masyarakat di kota Manado. Di ruangan C3 ini kami diperkenalkan pada
12 aplikasi yang dikelola langsung oleh tim di C3 ini. Aplikasi tersebut antara
lain: Qlue, e-Gol, TauPang, siTasya, LAPOR, RICCA, siGita, Manado 360, ekon,
ePuskesmas, Kanal Resmi Pemkot Manado, dan radio komunikasi gagak. Selain itu
juga ada salah satu aplikasi yang dibuat oleh tim yaitu aplikasi SmartLight
namun masih dalam tahap testing. Aplikasi SmartLight ini berfungsi untuk
mengontrol nyala lampu dari jarak jauh. Setelah ini kami diajak ke ruang server
tim C3 ini. Mereka memiliki 3 server utama yang digunakan oleh mereka dalam
mengontrol semua jaringan yang digunakan.
![]() |
| Ruang Cerdas Command Center (1) |
![]() |
| Ruang Cerdas Command Center (2) |
![]() |
| Ruang Server |
Berikut adalah foto kami saat berada di Bapelitbangda dan di C3.
![]() |
| Foto bersama dengan ibu Dr. Liny Tambajong ST., M.Si. |
![]() |
| Foto bersama di ruang Cerdas Command Center bersama dosen dan kakak-kakak alumni UNSRAT |
Senin, 09 Oktober 2017
Review Daerah dengan Google Earth, Aplikasi WebGIS, dan Shapes Quantum GIS
Tugas 6
1.
Review daerah masing-masing membandingkan dua
layer tahun menggunakan Google Earth.
Layer daerah yang akan saya bandingkan yaitu pada daerah Teling Atas, Wanea, Lingkungan yang bertempat di Asrama Gabungan 7. Sekarang tempat ini telah menjadi Kodam XIII/Mdk.
| Gambar 1 |
| Gambar 2 |
Gambar pertama diambil pada
tanggal 11 Desember 2012. Saat itu daerah tersebut masih merupakan kompleks bangunan
Kesehatan Daerah Militer & Asrama Gabungan Sapta Marga VII yang berada di
wilayah korem 131/Santiago. Namun terjadi perubahan besar jika kita melihat
pada gambar kedua yang diambil pada tanggal 29 April 2017, dimana daerah
tersebut telah di alih fungsikan dan telah dilakukan pembangunan untuk menjadi kantor
Kodam XII/Mdk.
2. Review Aplikasi WebGIS
WebGIS
adalah aplikasi GIS atau pemetaan digital yang memanfaatkan jaringan internet
sebagai media komunikasi yang berfungsi mendistribusikan, mempublikasikan,
mengintegrasikan, mengkomunikasikan dan menyediakan informasi dalam bentuk
teks, peta dijital serta menjalankan fungsi–fungsi analisis dan query yang
terkait dengan GIS melalui jaringan internet.
Salah satu contoh aplikasi
webgis adalah web dibawah ini.
Aplikasi WebGis diatas merupakan
peta sebaran luas areal perkebunan per kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Pada sebelah
kiri atas kita bisa memilih jenis lahan, misalnya pada peta diatas saya memilih
lahan Kopi Robusta. Maka luas lahan serta daerah mana saja yang memiliki lahan
tersebut akan ditunjukkan pada peta provinsi Jawa Barat dengan warna sesuai
dengan luas lahan. Untuk keterangan warna sesuai dengan ukuran lahan terdapat
pada bagian kiri bawah, dan untuk keterangan daerah dari lahan terkecil hingga
terbesar terdapat pada bagian tengah atas web. Di sebelah kanan kita juga dapat
melihat dan memilih daerah mana saja di provinsi Jawa Barat yang ingin kita
lihat lahannya.
3. Gambar Shapes Polygon, Polyline, Point.
Sumber:
Kamis, 21 September 2017
Review Proyeksi Peta dan UTM
Proyeksi Peta
Proyeksi merupakan sebuah metode untuk mengubah permukaan
lengkung (3 dimensi) menjadi representasi dalam bidang datar (2 dimensi). Proyeksi
peta dapat didefinisikan sebagai sebuah fungsi matematika yang digunakan untuk
mengkoversikan suatu lokasi pada permukaan bumi dan proyeksi lokasi pada peta. Pengkoversian
dilakukan dari sistem referensi geografis atau spherical menjadi sistem planar
atau cartesian. Dalam tranformasi dari bidang 3 dimensi/lengkung ke bidang 2
dimensi/datar terkadang dapat mengalami distorsi atau perubahan dari bentuk
aslinya.
Jenis proyeksi peta dapat dibedakan menjadi 4 bagian:
- Menurut bidang proyeksi, terbagi atas Proyeksi
azimuthal, proyeksi kerucut, proyeksi silinder.
- Menurut kedudukan garis karakteristik/bidang
proyeksi terhadap bidang datum yang digunakan, terbagi atas proyeksi normal,
proyeksi miring, proyeksi transversal/ekuator.
- Menurut ciri-ciri asli yang tetap dipertahankan,
terbagi atas proyeksi ekuidistan, proyeksi conform, dan proyeksi ekuivalen.
- Menurut karakteristik singgungan antara bidang
proyeksi dengan bidang datum, terbagi atas proyeksi menyinggung, proyeksi
memotong, proyeksi tidak menyinggung/tidak memotong.
Untuk pemilihan proyeksi peta dapat ditentutkan berdasarkan
kebutuhan-kebutuhan peta topografi. Misalnya untuk pemetaan pada bentangan barat-timur
dapat menggunakan proyeksi LAMBERT. Untuk pemetaan yang searah utara-selatan
dapat menggunakan proyeksi Universal Transfer Mercator (UTM). Untuk pemetaan
pada daerah sekitar kutub dapat menggunakan proyeksi STEREOGRAFIS.
UTM (Universal Transverse
Mercator)
UTM atau Universal Transverse Mercator merupakan salah satu
sistem proyeksi yang terkenal dan sering digunakan. Pada UTM, bumi dibagi
kedalam beberapa zona, antara 01 s/d 60 dengan satuan meter. Pada sistem
koordinat bumi akan dibagi menjadi dua bagian, di atas khatulistiwa sebagai
bagian utara yang disimbolkan dengan (N) serta dibagian selatan khatulistiwa
yang diberi symbol (S).
- Proyeksinya (sistem sumbu)
untuk setiap zona sama dengan lebar bujur 6 .
- Transformasi koordinat dari
zona ke zona dapat dikerjakan dengan rumus yang sama untuk setiap zona di
seluruh dunia.
- Penyimpangannya cukup kecil, antara -40 cm/ 1000m
sampai dengan 70 cm/ 1000m.
- Setiap zona berukuran 6 bujur X 8 lintang (kecuali
pada lintang 72 LU-84 LU memiliki ukuran 6 bujur X 12 lintang).
Sumber :
http://www.gitews.org/tsunami-kit/en/E4/tool/Modul%20Pelatihan%20Quantum%20GIS%20Tingkat%20Dasar.pdf
Kamis, 14 September 2017
Review Data Spasial dan Data Atribut
Review Data Spasial dan Data Atribut pada
Skripsi “Aplikasi SIG Sebagai Informasi Lokasi dan Jalur Menuju Rumah Sakit
Umum di Kota Semarang”
Data spasial adalah data yang terdiri dari lokasi
eksplisit dari suatu geografi yang diset ke dalam bentuk koordinat. Data ini
merupakan yang menyimpan kenampakan-kenampakan permukaan bumi, seperti: jalan, sungai,
pemukiman, jenis tanah dan lain-lain. Model data spasial dibedakan menjadi dua yaitu:
model data vektor dan model data raster.
Data spasial yang digunakan pada penelitian ini yaitu
data yang beracuan pada lokasi, yang berupa peta administrasi dan peta jalur jalan
Kota Semarang yang sudah ada.
Data atribut adalah gambaran data yang terdiri atas
informasi yang relevan terhadap suatu lokasi, seperti kedalaman, ketinggian dan
lainnya. Data atribut juga adalah data yang menyimpan keterangan dari
kenampakan- kenampakan permukaan bumi tersebut. Model data tabular tersimpan ke
dalam bentuk baris dan kolom. Data atribut suatu objek dapat berupa data
kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data hasil pengamatan
yang dinyatakan dalam bentuk deskriptif. Data kualitatif dapat diperoleh dari
pengisian angket, wawancara, dan tanya jawab. Data kualitatif berfungsi untuk
memperlihatkan perbedaan jenis atau rupa. Data kuantitatif adalah data hasil
pengamatan yang dinyatakan dalam bilangan. Data kuantitatif berfungsi untuk
memperlihatkan perbedaan nilai dari objek.
Data atribut yang digunakan pada penelitian ini yaitu
data yang berupa keterangan yang diperoleh dari beberapa instansi pemerintah di
Kota Semarang. Data ini berupa titik koordinat, profil, klasifikasi dan
poliklinik spesialis.
Dalam proses
pengumpulan data, peneliti melakukan dokumentasi di masing-masing rumah sakit
dan di beberapa instansi-instansi terkait guna mendapatkan data-data yang
dibutuhkan baik berupa data spasial maupun data atribut.
Sumber:
http://lib.unnes.ac.id/19150/1/5101409084.pdf
Kamis, 07 September 2017
Review Sistem Informasi Geografis Pemetaan Jalan Desa Berbasis Web
Jalan desa merupakan salah satu prasarana penting dalam
suatu desa guna menghubungkan satu wilayah desa dengan yang lainnya, dan
informasi mengenai jalan desa juga merupakan hal yang penting untuk diketahui. Namun
pendataan jalan desa masih sangat minim dilakukan karena jumlah jalan desa yang
banyak dan pendataanya pun masih dilakukan secara manual sehingga kurang
efisien, kurang efektif dan kurang cepat. Untuk itu diperlukan sebuah sistem
informasi geografis pemetaan jalan desa berbasis web yang dirancang dengan
menggunakan peta dari Google Maps. Sistem dirancang menggunakan basis data
MySQL agar dapat menangani penambahan, manipulasi, dan memberikan report dari data
jalan desa, dll.
Adapun kajian pustaka yang digunakan pada karya tulis ini
adalah Google Maps, dengan menggunakan sebuah fitur Maps API (Application Programming
Interface) dari Google. Library yang ada pada Library Google Maps dapat diakses
melalui namespace google.maps.libraryName. Library tersebut antara lain adalah
AdSense Library untuk memasukkan konteks sensitf dan iklan, Drawing Library
untuk menyediakan antarmuka grafis untuk menggambar pada peta, Geometry Library
untuk menghitung nilai skalar geometris seperti jarak dan area pada permukaan
bumi, Places Library untuk mencari tempat dan Visualization Library untuk
memberikan representasi data visual. Untuk Geometry Library, terdapat 3
namespace yang termasuk library ini yaitu Spherical, Encoding, dan Poly.
Spherical untuk menghitung sudut, jarak dan daerah dari garis lintang dan
bujur. Encoding digunakan untuk encoding dan decoding path polyline sesuai
dengan algoritma encoded polyline. Poly berfungsi untuk melakukan perhitungan
yang melibatkan polygon dan polylines.
Berikut merupakan gambaran umum arsitektur dari Sistem
Informasi Geografis Pemetaan Jalan Desa Berbasis Web:
Pengguna sistem merupakan admin dan user. User
hanya dapat melihat informasi mengenai jalan desa, sedangkan admin dapat
melakukan pengolahan data. Admin yang sudah login memiliki beberapa akses untuk
menambah, mengubah dan menghapus data jalan desa dan data master lainnya. Sistem
akan melakukan request informasi data kepada web server dan web server yang
melakukan request peta pada Google Maps Server sehingga Google Maps Server akan
memberikan respon dalam bentuk peta digital. User dan admin dapat menerima
informasi data ini dalam bentuk peta digital.
Pada implementasinya, jalanan desa digambarkan dalam bentuk
polyline. Penambahan data jalan desa dapat dilakukan oleh admin yang sudah
login. Admin dapat menambahkan data jalan desa baru pada halaman Map. admin
dapat mulai menggambar jaringan jalan desa dengan mengklik tombol Mulai pada
Panel Map, Tab Add, kemudian klik pada peta untuk membuat polyline jalan. Untuk
penyimpanan kordinat jalan, digunakan fungsi Geometry Library yaitu Encoding.
Sumber:
https://ojs.unud.ac.id/index.php/lontar/article/download/16710/19322/
Jumat, 01 September 2017
Review Jurnal Skripsi tentang Sistem Informasi Geografis
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN LOKASI
APOTEK DI WILAYAH KOTA PANGKALPINANG BERBASIS WEB
Peran teknologi informasi tak pernah lepas dalam segala aspek kehidupan masyarakat sehari-hari. Perkembangan teknologi informasi ini telah berkembang sangat pesat hingga sekarang. Semakin berkembangnya suatu teknologi semakin mudah dalam mengakses informasi yang diinginkan. Salah satu keuntungan perkembangan teknologi tersebut adalah informasi dapat diakses dengan mudah menggunakan media internet. Hampir seluruh lapisan masyarakat memanfaatkan internet untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hiburan, politik hingga bisnis. Di Kota Pangkalpinang terdapat banyak apotek-apotek yang ada, tetapi informasi keberadaan apotek tersebut kurang diketahui masyarakat dalam mencari letak apotek yang terdekat. Keterbatasan informasi mengenai apotek tersebut dapat menghambat masyarakat dalam mendapatkan obat yang diperlukan dengan cepat. Oleh karena itu, persoalan tersebut didasari latar belakang yang sudah dijelaskan, penulis bermaksud membuat sebuah Sistem Informasi Geografis berbasis web yang menyediakan informasi mengenai apotek-apotek yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari pembuatan Sistem Informasi Geografis ini adalah untuk :
a. Membangun aplikasi dan menampilkan informasi berupa data spasial dan letak geografis yang berisi keterangan tentang lokasi apotek dan informasi lainnya mengenai apotek yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang pada perangkat user secara realtime.
b. Memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi pencarian letak lokasi apotek yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang
Tinjauan Pustaka
2.1 Definisi Sistem Informasi Geografis
Geographical Information System (GIS) merupakan komputer yang berbasis pada sistem informasi yang digunakan untuk memberikan bentuk digital dan analisa terhadap permukaan geografi bumi. (Eddy Prahasta, 2009). Sistem Informasi Geografis adalah sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk akuisisi dan verifikasi data, kompilasi data, penyimpanan daya, perubahan data dan updating data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan data, presentasi data dan analisa data.
2.2 Pengertian QuantumGIS Lisboa 1.8.0
Quantum GIS adalah suatu aplikasi GIS sumber terbuka lintas platform yang dapat dijalankan disejumlah sistem operasi termasuk linux. QGIS juga memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan paket aplikasi komersil terkait. QGIS menyediakan semua fungsionalitas dan fitur-fitur yang dibutuhkan oleh pengguna GIS pada umumnya. Menggunkan plugin dan fitur inti dimungkinkan untuk mengvirtualisasi pemetaan untuk kemudian diedit dan dicetak sebagai sebuah peta yang lengkap. Pengguna dapat menggabungkan data yang dimiliki untuk dianalisa, diedit dan dikelola sesuai apa yang diinginkan.
Tahapan Implementasi
Tahapan implementasi yang dilakukan pertama kali adalah yaitu proses digitasi dilakukan pada peta Bangka Belitung dilakukan secara manual dengan menggunakan perangkat lunak Quantum GIS Lisboa 1.8.0, sehingga akan dihasilkan suatu file gambar dengan format shapfile.
Berikut ini tampilan peta lengkap apotek yang ada di wilayah kota pangkalpinang dalam website. User dapat mengklik salah satu titik koordinat apotek dan akan muncul informasi mengenai apotek tersebut.
Kelebihan dan Kekurangan Program
Kelebihan dari web GIS diatas adalah :
- Satu data yang terpusat
- Bisa menjangkau pengguna yang luas bahkan seluruh dunia, dengan biaya yang cukup murah
- Pengguna tidak perlu perangkat lunak khusus, cukup menggunakan internet browser seperti IE, Mozilla Firefox, dan sebagainya.
- Penggunaan yang lebih mudah
Kekurangan dari web GIS diatas adalah :
-Waktu akses tergantung pada komputer server, compute client, koneksi internet, traffic website, dan efisiensi data.
-Resolusi dan ukuran display perlu diperbaiki diantaranya adalah support dual monitor, high resolution setting, toolbar, dan menu browser, layout yang efisien.
-Kompleksitas dan ketahanannya
Kesimpulan
Dengan dibuatnya SIstem Informasi Geografis lokasi pemetaaan Apotek yang ada diwilayahi Kota Pangkalpinang dapat disimpulkan sebagai berikut :
- Dibangunnya Sistem Informasi Geografis ini, letak apotek yang ada di Kota Pangkalpinang dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan luar negeri sekalipun.
- Dengan adanya sistem informasi geografis ini masyarakat bisa dengan mudah mencari dan mendapatkan informasi tentang lokasi dan informasi apotek yang ada di Pangkalpinang.
Sumber:
http://lppm.atmaluhur.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/Jurnal_1011500058_Fitri-yanti.pdf
-Waktu akses tergantung pada komputer server, compute client, koneksi internet, traffic website, dan efisiensi data.
-Resolusi dan ukuran display perlu diperbaiki diantaranya adalah support dual monitor, high resolution setting, toolbar, dan menu browser, layout yang efisien.
-Kompleksitas dan ketahanannya
Kesimpulan
Dengan dibuatnya SIstem Informasi Geografis lokasi pemetaaan Apotek yang ada diwilayahi Kota Pangkalpinang dapat disimpulkan sebagai berikut :
- Dibangunnya Sistem Informasi Geografis ini, letak apotek yang ada di Kota Pangkalpinang dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia bahkan luar negeri sekalipun.
- Dengan adanya sistem informasi geografis ini masyarakat bisa dengan mudah mencari dan mendapatkan informasi tentang lokasi dan informasi apotek yang ada di Pangkalpinang.
Sumber:
http://lppm.atmaluhur.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/Jurnal_1011500058_Fitri-yanti.pdf
Langganan:
Postingan (Atom)











